https://religiousopinions.com
Slider Image

Pengantar Kitab Ulangan

Ulangan berarti "hukum kedua, " nama yang berasal dari terjemahan bahasa Ibrani Septuaginta yang berarti "salinan hukum ini." Buku itu menceritakan kembali perjanjian antara Allah dan umat-Nya Israel, disajikan dalam tiga pidato atau khotbah oleh Musa.

Ditulis sebagaimana orang Israel harus memasuki Tanah Perjanjian, Ulangan adalah pengingat bahwa Allah layak disembah dan dituruti. Hukum-hukum-Nya diberikan kepada kita untuk perlindungan kita, bukan sebagai hukuman.

Kitab Kejadian Relevansi Yang Mengejutkan Hari Ini

Ketika kita membaca Ulangan dan merenungkannya, relevansi dari buku berusia 3.500 tahun ini mengejutkan. Di dalamnya, Tuhan memberi tahu orang-orang bahwa menaatinya mendatangkan berkah dan kebaikan, dan ketidaktaatan akan mendatangkan malapetaka. Konsekuensi dari menggunakan obat-obatan terlarang, melanggar hukum, dan menjalani kehidupan yang tidak bermoral adalah bukti bahwa peringatan ini masih berlaku hingga hari ini.

Ulangan adalah yang terakhir dari lima kitab Musa, yang disebut Pentateukh. Kisah-kisah yang diilhami Allah ini, Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan, dimulai pada saat Penciptaan dan berakhir dengan kematian Musa. Mereka merinci hubungan perjanjian Allah dengan orang-orang Yahudi yang ditenun sepanjang Perjanjian Lama.

Siapa yang Menulis Ulangan?

Musa dianggap sebagai penulis utama kitab Ulangan, tetapi itu mungkin telah diselesaikan dan diedit kemudian oleh Yosua (Ulangan 34: 5-12).

Tanggal Ditulis

Ulangan ditulis sekitar SM 1406-7 kepada generasi Israel tentang memasuki Tanah Perjanjian, dan untuk semua pembaca Alkitab berikutnya.

Pemandangan

Narasi Ulangan diatur di sisi timur Sungai Yordan, di dataran Moab, dalam pandangan Kanaan. Di sinilah orang Israel berkemah setelah 40 tahun berkeliaran di hutan belantara.

Tema

Sejarah Bantuan Allah - Musa meninjau bantuan ajaib Allah dalam membebaskan orang Israel dari perbudakan di Mesir dan ketidaktaatan berulang-ulang umat. Melihat ke belakang, orang-orang dapat melihat bagaimana menolak Tuhan selalu membawa malapetaka pada mereka.

Tinjauan Hukum - Orang-orang yang memasuki Kanaan terikat oleh hukum Allah yang sama dengan orang tua mereka. Mereka harus memperbarui kontrak atau perjanjian ini dengan Tuhan sebelum memasuki Tanah Perjanjian. Para ahli mencatat bahwa Ulangan disusun sebagai perjanjian antara raja dan pengikut, atau subyek, dalam periode waktu itu. Ini merupakan perjanjian resmi antara Allah dan umat-Nya Israel.

Cinta Tuhan Memotivasi-Nya - Allah mencintai umatnya seperti seorang ayah mencintai anak-anaknya, tetapi ia juga mendisiplinkan mereka ketika mereka tidak mematuhi. Tuhan tidak ingin bangsa anak nakal! Cinta Tuhan adalah cinta yang emosional, hati-bukan hanya cinta legalistik dan kondisional.

Tuhan Memberi Kebebasan Memilih - Orang bebas untuk mematuhi atau tidak menaati Tuhan, tetapi mereka juga harus tahu bahwa mereka bertanggung jawab atas konsekuensinya. Sebuah kontrak, atau perjanjian, membutuhkan kepatuhan, dan Tuhan mengharapkan tidak kurang.

Anak-anak Harus Diajarkan - Untuk menepati perjanjian, orang-orang harus mengajar anak-anak mereka dengan cara Tuhan dan memastikan mereka mengikuti mereka. Tanggung jawab ini berlanjut hingga setiap generasi. Ketika pengajaran ini menjadi lemah, masalah dimulai.

Tokoh Kunci dalam Kitab Ulangan

Tokoh utama dalam Deutermony adalah Musa dan Yosua.

Ayat kunci

Ulangan 6: 4-5
Dengarlah, hai Israel: TUHAN, Allah kami, TUHAN itu esa. Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. (NIV)

Ulangan 7: 9
Karena itu ketahuilah bahwa TUHAN, Allahmu, adalah Allah; dia adalah Allah yang setia, menaati perjanjian kasihnya kepada seribu generasi dari mereka yang mencintainya dan mematuhi perintah-perintahnya. (NIV)

Ulangan 34: 5-8
Dan Musa, hamba TUHAN itu, mati di sana di Moab, seperti yang difirmankan TUHAN. Dia menguburkannya di Moab, di lembah di seberang Beth Peor, tetapi sampai hari ini tidak ada yang tahu di mana kuburnya. Musa berusia seratus dua puluh tahun ketika dia meninggal, namun matanya tidak lemah atau kekuatannya hilang. Orang-orang Israel berduka bagi Musa di dataran Moab tiga puluh hari, sampai waktu menangis dan berkabung berakhir. (NIV)

Garis Besar Kitab Ulangan:

  • Musa Memberi Pidato Pertama Tentang Sejarah Israel - Ulangan 1: 6-4: 43.
  • Musa Memberikan Pidato Kedua tentang Persyaratan Dasar Hukum - Ulangan 4: 44-11: 32.
  • Musa Melanjutkan Pidato Kedua tentang Persyaratan Rinci Hukum - Ulangan 12: 1-26: 19.
  • Musa Memberikan Pidato Ketiga-Nya yang Berkaitan Berkat dan Kutukan - Ulangan 27: 1-28: 68.
  • Musa Melanjutkan Pidato Ketiga dengan Peringatan dan Dorongan - Ulangan 29: 1-30: 20.
  • Menugaskan Kata-Kata Terakhir Yosua dan Musa - Ulangan 31: 1-34: 12.
Apa Tanda Kain?

Apa Tanda Kain?

Tempat Lilin Kayu Manis Tongkat Yule

Tempat Lilin Kayu Manis Tongkat Yule

Cara Merayakan Beltane

Cara Merayakan Beltane